Kata-Kata Bisa Jadi Luka: Tentang Verbal Abuse yang Tak Terlihat
Beberapa bulan lalu, dalam sebuah percakapan hangat, seorang narasumber perempuan yang memilih untuk tidak disebutkan namanya membuka diri padaku. Dengan suara lirih, ia bercerita tentang bagaimana verbal abuse kekerasan yang terjadi lewat kata-kata membentuk cara pandangnya terhadap hidup, bahkan hingga ia dewasa. Cerita itu menyentuh dan menggelitik hati saya, karena ternyata luka yang dia alami tidak terlihat, namun dampaknya begitu dalam. Ia tidak sendirian. Dan saya tahu, banyak perempuan di luar sana yang juga menyimpan luka serupa. Tidak semua luka terlihat. Tidak semua kekerasan meninggalkan memar. Kadang, luka paling dalam justru datang dari kata-kata yang terus membekas meski sudah bertahun-tahun berlalu. Kalimat seperti “Kamu bodoh,” “Kamu bikin malu,” atau “Kamu nggak akan pernah bisa apa-apa,” mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang. Ada yang menyebutnya sebagai bentuk didikan keras, bahkan tidak sedikit yang membela dengan alasan “itu demi kebaikan.” Namun, bagi seor...